Sedot Lemak Jangan Asal

Sedot lemak merupakan bagian dari tindakan operasi yang harus dilakukan sesuai standar medis.
PENAMPILAN ialah salah satu modal utama bagi orang-orang yang bekerja di dunia hiburan. Tidak terkecuali bagi artis Mona Ratuliu. Karena itu, wajar bila ia risau dengan salah satu `titik lemahnya' dalam berpenampilan, yakni ukuran lengan yang besar.

“Lengan atas saya besar, membuat tampilan close up saya di televisi terlihat gemuk,“ ujarnya saat hadir di acara Vaserlipo Experience Treat Unwanted Fat yang diadakan Clinique Suisse di Jakarta, Senin (2/6). Problem itu membuat Mona sering kerepotan ketika memilih baju karena bagian lengan kerap kali tidak muat. Olahraga yang rutin dia jalani juga tidak bisa menyelesaikan masalah.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya dua bulan lalu ia menjalani sedot lemak dengan metode vaserlipo. Lewat prosedur itu, 600 cc lemak dikeluarkan dari lengan kanannya. Dari lengan kirinya dikeluarkan lemak sebanyak 750 cc. Ia juga menjalani sedot lemak di bagian punggung atas. “Hasilnya, lengan saya jadi lebih proporsional,“ ujar Mona yang bertubuh ramping itu.
Tak hanya bagi Mona, sedot lemak menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin menghilangkan timbunan lemak secara instan. Menurut dokter spesialis bedah plastik dari Clinique Suisse Jakarta, Laurentius Ariawan, sedot lemak merupakan me tode yang aman, asal dilakukan secara benar.

“Sedot lemak tergolong operasi, jadi harus dilakukan sesuai standar medis,“ kata dokter lulusan Universitas Airlangga itu.
Persiapan menjadi bagian penting dari prosedur tersebut.
Menurut Ariawan, persiapan itu antara lain meliputi penghentian konsumsi obat pengencer darah, suplemen vitamin, dan suplemen lainnya selama beberapa hari sebelum tindakan sedot lemak.

“Berbeda dengan vitamin dari buah alami, suplemen vitamin me nyebabkan darah jadi lebih encer.
Sebelum operasi, darah tidak boleh terlalu encer untuk mencegah perdarahan,“ jelasnya.
Selain itu, konsumsi obat mag sebelum tindakan juga diperlukan, terlebih bagi mereka yang sebelumnya mengalami mag kronis. “Suasana tegang saat akan operasi bisa menaikkan asam lambung.“
Bagi orang dengan riwayat medis penyakit kronis seperti ginjal, hipertensi, diabetes, dan jantung, diperlukan tes laboratorium untuk melihat fungsi organ dalam.

“Penderita diabetes dan hipertensi harus dalam kondisi terkontrol. Walaupun sedot lemak merupakan operasi kecil, kalau gula darah dan tekanan darah tinggi, kita tidak bisa lakukan (sedot lemak) karena bisa menimbulkan komplikasi berbahaya,“ imbuh Ariawan.

Ia juga menjelaskan saat ini ada beragam metode untuk meng hilangkan lemak secara instan. Selain sedot lemak yang dilakukan dengan cara menghancurkan dan menyedot lemak keluar dari tubuh, ada juga metode yang dilakukan dengan cara menghancurkan lemak saja lalu dibiarkan agar terserap oleh darah. “Metode itu kurang bagus karena menaikkan ka dar kelesterol darah,“ kata Ariawan. Demikian juga dengan metode pemindahan lemak dari satu bagian tubuh ke bagian lain ny a , seperti dari perut ke payudara, juga dinilai memi juga dinilai memi liki risiko infeksi yang cukup tinggi.

“ Di Singapura, risiko infeksinya mencapai 20%, di Afrika mencapai 12%,“ katanya.
Ariawan menjelas kan tingginya risiko infeksi itu karena ada jeda waktu bagi jarin gan lemak yang dipindahkan untuk menyesuaikan dan menyatu dengan tempat barunya. Umumnya, jeda waktu itu sekitar enam bu lan. “Selama masa itu, jaringan lemak itu rawan terkena infeksi.“

Vaserlipo Terkait dengan vaserlipo, Ariawan menjelaskan prosedur itu merupakan pengembangan terbaru dari metode sedot lemak kon vensional. Pengembangan itu meliputi alat dan teknik yang digunakan sehingga vaserlipo memungkinkan lemak yang disedot bisa jauh lebih banyak.

“Alat dan teknik pada vaserlipo meminimalkan kerusakan pembuluh darah dan saraf di sekitar jaringan lemak yang diambil. Karenanya, dengan vaserlipo, sekali tindakan bisa menyedot lebih dari 30 liter lemak. Kalau teknik lama, paling hanya bisa menyedot 5 liter lemak karena darah yang ikut tersedot juga banyak,“ papar Ariawan.

Dengan pengembangan itu, lanjut Ariawan, vaserlipo bisa menyedot hampir seluruh timbunan lemak yang terletak di antara otot dan kulit. Prosedur vaserlipo didahului dengan penyuntikan obat untuk menekan rasa sakit dan mengecilkan pembuluh darah pada area yang ditargetkan. Kemudian, dimasukkan alat ultrasound untuk mencairkan lemak dan disusul dengan penyedotan lemak keluar. “Alat ultrasound dan penyedot dimasukkan ke lapisan lemak lewat sayatan kecil di kulit. Ukuran alatnya hanya sebesar sedotan air minum kemasan gelas, jadi bekas luka sayatannya juga kecil saja,“ kata Ariawan yang sudah me lakukan lebih dari 3.000 prosedur vaserlipo itu. Masa pemulihan sesudah tindakan berlangsung 2-3 pekan. Selama itu pemakaian korset diwajibkan untuk mempercepat perbaikan pembuluh darah dan saraf yang rusak serta membantu kulit kencang kembali. (H-1) Media Indonesia, 4/6/2014; 20

0 komentar:

Posting Komentar