Inspirasi dari 3 Fashion Stylist

Merek fesyen asal Taiwan Iroo mendaulat tiga perempuan Indonesia, termasuk penyanyi Andien, menjadi penata busana untuk trunk show di Jakarta.
DALAM setiap penampilannya di pang gung, Andien memang selalu tampil modis. Tahun lalu pun ia dinobatkan sebagai The Most Stylish Celebrity 2013 oleh Audi Senayan City Fashion Nation.

Namun, penyanyi jazz yang memulai kariernya dari 2000 hingga detik ini tak pernah menggunakan jasa fashion stylist (penata busana). Perempuan berusia 27 tahun itu selalu memilih busananya sendiri, termasuk busana panggung.
Kepiawaian Andien pun dibidik oleh Iroo, brand fesyen asal Taiwan yang sedang melebarkan pa sar ke Jakarta. Andien didaulat sebagai salah satu penata busana untuk trunk show berta juk Postcard from Iroo yang berlangsung di mal Pacific Place, Kamis (20/3).

Andien yang hari itu tampil dengan terusan berwarna hijau mengaku an tusias dengan proyek baru itu. “Ini jadi tantangan bagiku karena baru pertama kali,“ ujar perempuan bernama asli Andini Aisyah Hariadi itu di sela-sela acara.
Tantangan itu ia jawab dengan gaya busana bertema Garden romance. “Tapi ga mau diterje mahkan dengan bunga, sweet dan sebagainya. Di sini, aku berusaha twist dengan gaya yang edgy,“ tutur nya.

Andien juga mengaku tidak menggunakan warna-warni pastel yang lekat dengan kesan ro mantis. Ia justru berusaha membuat gaya yang berbeda dengan nuansa emas dan gelap. Eksperimen Andien dituangkan dalam enam gaya busana. Dalam salah satu busana, ia memadukan rok pendek bermotif flora dengan blazer biru gelap. Andien juga memilih busana hijau serupa yang ia kenakan untuk tampil dalam trunk show itu. Namun, dalam peragaan itu, dress tersebut ia padankan dengan scraf biru kehijauan.
Sementara itu, gaya edgy ditunjukkan dengan rok yang dipadukan dengan sweter atau padanan blazer dengan celana pendek.
Andien mengaku semua gaya yang ia ciptakan sesuai dengan seleranya.

Sebagai pecinta mode, ia juga mengambil dan mengikuti tren yang ada di kota-kota mode dunia.
Namun, yang menjadi favoritnya adalah karya-karya dari desainer Paris dan Tokyo.
Perempuan yang beberapa kali menonton pekan mode di luar negeri itu menilai gaya busana di Paris sangat berkelas, sedangkan di Tokyo penuh imajinasi. Begitu pun Andien mengaku tidak mentah-mentah mengikuti tren. “Aku selalu berusaha mengenal diri sehingga bisa berbusana yang cocok dengan karakter diri,“ imbuhnya.

Detail unik Selain Andien, dua perempuan lain yang didaulat sebagai penata busana adalah Ayla Dimitri dan Katarina Aie. Ayla yang merupakan penata busana di salah satu majalah fesyen mengusung tema Jungle adventure.
Tampilan tema itu diwujudkan dengan busana yang didominasi warna alam seperti cokelat, hitam, dan putih. Ayla juga banyak menggunakan sweter.

Ia mengaku bahwa hal itu dipilih untuk menciptakan kesan sporty dan mengikuti tren yang ada.
Wujud koleksi Ayla di antaranya adalah jumpsuit dengan atasan bergaya gaya kemban. Jumpsuit ini kemudian dikenakan dengan sweter di bagian dalam.

“Aku mencoba membuat tampilan yang cocok untuk kegiatan outdoor di Jakarta. Warna bumi, hijau cokelat, dan putih. Warna ini mendukung cuaca kita. Sementara look-nya antara lady like, dan maskulin,” imbuh Ayla.
Sementara itu, Katarina Aie memilih gaya yang lebih playful. Perempuan yang menjadi salah satu penggagas acara makan-makan dengan tema unik, Feastopia, ini memadukannya dalam tema Exotic island.
Di antara pilihan gayanya adalah terusan longgar berwarna oranye yang dipadukan dengan scraft bermotif biru yang segar. Ada pula celana pendek jins dengan atasan tanpa lengan dan bersiluet peplum.
Keseluruhan busana dan aksesori yang digunakan dalam peragaan itu merupakan koleksi dari Spring Travel Collection Iroo.
Koleksi tersebut disebut-sebut terinspirasi dari koleksi yang ada di pekan mode Paris dan Milan terbaru. Selain di Jakarta, Iroo memiliki 80 outlet yang tersebar di Taiwan, China, dan Singapura. (M-4/MEDIA INDONESIA,23/03/2014, HAL:13)

0 komentar:

Posting Komentar