Sabtu, 05 April 2014

Tepat Memilih Alas Kaki si Kecil

Pengukuran yang tepat menunjang pemilihan alas kaki yang sehat buat buah hati. STRUKTUR kaki terdiri dari 26 tulang dan 35 sendi yang bergabung dan ditopang oleh sejumlah ligamen. Dengan bentuk telapak yang gemuk, struktur kaki pada bayi sangat fleksibel untuk dilatih.

Perkembangan fungsi kaki pada anakanak berlangsung setahap demi setahap.
Didahului dengan belajar merangkak, mereka kemudian belajar berdiri sambil melangkah perlahan-lahan sambil berpegangan. Akhirnya, mereka berjalan lebih mantap dan lebih cepat.

Kebanyakan bayi memiliki telapak kaki yang datar saat baru berjalan. Kaki mereka juga cenderung melengkung ke dalam karena kekuatan otot dan ligamen yang kaku masih dalam pertumbuhan.
Bentuk kaki itu akan berubah seiring dengan meningkatnya kekuatan kaki.

Dikutip dari laman Betterhealth.
vic.gov.au, anak-anak dalam masa pertumbuhan itu sebaiknya dibebaskan dari kungkungan sepatu. Mereka lebih baik bertelanjang kaki jika dibandingkan dengan mengenakan alas kaki terus menerus.

Alasannya, ketika berjalan, mereka menerima informasi indra penting yang berasal dari telapak mereka.
Kaki telanjang juga membantu balita mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan postur tubuh. Dalam dua tahun pertama, permukaan telapak kaki yang datar akan berubah melengkung di sisi bagian dalam, yang disebut medial arch.

Kalau pun telapak kaki masih datar dalam rentang usia dua tahun, Anda tak perlu terlalu khawatir. Itu hal normal yang terjadi pada anak-anak karena otot kaki mereka masih lemah, banyak lemak pada bantalan kaki dan ligamen tumit yang longgar sehingga kaki cenderung ramping di bagian dalam.

Mengenakan sepatu, khususnya yang bersol keras dan kaku, hanya akan mempersulit proses tersebut. Kalau pun mereka kemudian membutuhkan sepatu, alas kaki itu hanya diperlukan untuk melindungi mereka dari benda-benda tajam. Meski begitu, tak berarti bisa mengabaikan proses pengukuran sepatu yang benar.

Ukuran sepatu yang salah akan berefek negatif pada kaki anak. Sepatu yang kebesaran akan menyulitkan anak untuk melangkah. Sepatu bisa gampang lepas atau anak mudah terantuk. Sementara itu, sepatu yang kesempitan bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti pertumbuhan kuku jari ke arah dalam dan bengkak pada ibu jari.

Pengukuran sepatu ini semestinya dilakukan secara profesional. Itu pula yang berupaya diadvokasi oleh merek sepatu asal Inggris, Clarks.

Presiden Director Clarks untuk Asia Tenggara Kwan Fong menyatakan bahwa pengukuran yang profesional tidak hanya mengukur panjang dan lebar kaki, tetapi juga ketebalan kaki (girth).

“Memilih sepatu anak tidak seperti sepatu untuk orang dewasa. Mereka tidak terlalu mementingkan gaya, tetapi kenyamanan untuk anak-anak bergerak.

Ini investasi besar untuk mereka,“ ujar Kwan saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Clarks sendiri membagi tiga jenis sepatu untuk mendukung tahap perkembangan fungsi kaki balita. Pada tahap merangkak, sepatu yang diperlukan memiliki berat ringan dengan bantalan dan fleksibilitas tinggi. Sementara itu, anak-anak yang berada dalam tahap berdiri dan berjalan (cruising) memerlukan sepatu ringan yang memiliki bantalan lebih tebal di bagian depan. Terakhir, sepatu yang lebih mantap dengan bantalan tebal di bagian depan diperlukan untuk balita yang sudah pintar berjalan.

“Setiap sepatu yang dibeli disisakan ruang yang cukup untuk kaki berkembang. Dengan begitu, orangtua tidak perlu membeli sepatu setiap bulan.

Ini tentu menghemat pengeluaran, terutama jika harga sepatu itu tak murah,“ cetusnya.
Kesadaran konsumen Kwan menyatakan bahwa konsumen di Indonesia semakin pintar dalam membeli sepatu, termasuk sepatu anak. Para orangtua cukup aktif mencari informasi mengenai seluk beluk pembelian sepatu.

Hal itu berpengaruh pada cara mereka REUTERS / ANDREW COULDRIDGE menyeleksi sepatu untuk buah hati.
Dulu, pengukuran sepatu hanya dilakukan dengan memadankan gambar kaki anak balita dengan sepatu yang ada di toko.

Sekarang, pengukuran sepatu dilakukan langsung dengan membawa anak-anak ke toko. Untuk itu, keahlian pramuniaga berperan penting dalam menentukan sepatu yang tepat. “Sekarang bukan zamannya lagi pramuniaga hanya memikirkan bagaimana menjual sepatu.

Yang terpenting ialah para orangtua mendapatkan sepatu yang benar untuk anak-anak mereka. Bagaimanapun, menjual sepatu anak-anak itu berbicara soal kepercayaan,“ tukas Kwan. (S-1/MEDIA INDONESIA,04/04/2014,HAL:25)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar