Berlomba Tampil Standar

Normcore yang berarti tampil standar dan normal belakangan ini jadi tren di Amerika Serikat dan Eropa. Sneaker, celana jins, dan kaus oblong menjadi lebih gaya ketimbang setelan mahal. TIDAK jarang roda dunia fesyen berputartanpa bisa ditebak. Seperti yang terjadi belakangan ini di Amerika Serikat danbeberapa kota besar Eropa, mendadak para pecinta fesyen jemu untuk menjadi yang paling fashionable.

Sosialita hingga selebritas mengganti stiletto mereka dengan sepatu olahraga (sneaker) atau bot. Rok dan gaun yang centil dan elegan juga ditukar dengan celana jins, kaus oblong, atau sweter longgar.

K-Hole, perusahaan peramal tren fesyen yang berbasis di Amerika Serikat, menyebut kecenderungan fesyen baru itu sebagai normcore. Istilah yang sebenarnya sudah mereka munculkan sejak 2013 itu dijelaskan sebagai cara berbusana yang berusaha tidak tampil beda atau mencolok. Orang nomrcore ialah orang yang berbusana seperti orang kebanyakan alias normal.

K-Hole merujuk tampilan normcore seperti yang dibuat penulis novel fiksi ilmiah William Gibson dalam novelnya, Pattern Recognition. Dalam novel yang terbit sekitar satu dekade lalu itu, Gibson menggambarkan tokoh protagonisnya yang terkenal, Cayce Pollard, sebagai anak lelaki yang mengenakan kaus oblong, sweter abu dengan leher V, dan celana jins kedodoran.

Dari situ, K-Hole menyebut barang wajib bagi pengikut normcore termasuk celana jins berpinggang tinggi, kaus kaki olahraga, dan topi kupluk rajut.

Beragam versi Meski sudah diramalkan sejak tahun lalu, normcore baru mewabah mulai Februari tahun ini dan terus bertahan hingga sekarang. Meski begitu, seperti yang selalu terjadi, para pecinta fesyen juga punya terjemahan masing-masing atas fenomena baru tersebut.

Gaya busana mereka mungkin menjadi lebih kasual, tapi bukan berarti lantas ogah tampil mencolok.
Contohnya gaya penyanyi Rihanna saat menghadiri peragaan busana Stella McCartney beberapa waktu lalu.
Penyanyi sensasional itu memilih mengenakan mantel besar bertudung berwarna hijau-hitam. Meski begitu, perempuan yang Kamis (1/5) baru saja meraih penghargaan artis terbaik tahun ini dari Iheart Radio Music Awards itu tetap membuat penampilannya stand out.

Kancing mantelnya sengaja dibuka rendah hingga bahunya terpamerkan. Rihanna juga membuat orang-orang menoleh dengan kacamata kucingnya yang berbingkai oranye.

Selebritas lain yang layak disebut pengusung normcore ialah Kristen Stewart dan Cara Delevingne. Stewart yang terkenal lewat film Twilight Saga memang terkenal dengan gaya dandanan grunge. grunge.
Namun ketika hadir di pemutaran perdana filmnya, Camp X-Ray, di Sundance Film Festival beberapa waktu lalu, ia tetap mengenakan jins, bot, dan jaket kesayangannya. Padahal, Stewart kerap berubah glamor di acara penuh publisitas.

Serupa Stewart, Delevingne juga memang terbiasa tampil dengan celana jins dan kaus oblong.
Bahkan Develingne kerap disebut sebagai ikon Bahkan Develingne kerap disebut sebagai ikon fesyen baru karena pilihan busana kasualnya yang lebih beragam, eksperimental, tapi tetap enak dipandang. Tidak hany gemar mengenakan jins skinny, supermodel asal Inggris itu juga asyik memadankan celana baggy atau celana training dengan kaus tanpa lengan dan sepatu olahraga bersol tebal.
Gaya normcore juga kerap terlihat dalam penampilan model Karrueche Tran.

Kekasih penyanyi Chris Brown itu mengenakan kaus besar dan sneaker putih.
Desainer ikut serta Wabah normcore juga menular ke panggung mode. Desainer dunia mengeluarkan koleksi baru dengan artike fesyen yang lebih `normal'.

Prada, misalnya, mengeluarkan koleksi alas kaki berbentuk sandal bertali dan dengan sol mirip sandal olahraga. Meski begitu, tetap saja koleksi yang juga dipadankan dengan kaus kaki tinggi itu dibuat unik dan khas Prada dengan sematan batuan mewah.
Upaya mengadaptasi normcore terlihat lebih jelas di koleksi Chanel. Di peragaan Maret lalu, celana legging dan cropped tank ikut menjadi bagian koleksi. Busana itu pun dipadankan dengan mantel panjang dan sepatu olahraga.
Tidak ketinggalan, Stel la McCartney ikut dalam kecenderungan norm core. Salah satu kolek sinya ialah mantel yang dikenakan Rihanna.

Di sisi lain, pe Di sisi lain, perkembangan normcore dikritik K-Hole. Menu rut mereka, perkembangan itu justru telah melenceng dari arti sebenarnya untuk tampil tidak mencolok.

Penulis fesyen dan stylist Jeremy Lewis menyebutkan sosok ideal normcore sesung guhnya seperti yang terlihat Steve Jobs. Mendiang pendiri Apple itu selalu tampil apa adanya, sederhana, dan efisien.

Karena itu pula, yang terlihat dari sosoknya ialah identitas karena ka rakter, bukan karena baju.
“Sekarang ini kebanyakan orang menggunakan fesyen sebagai sarana belanja, bukan untuk menunjukkan identitas.... Saya lebih suka ide bahwa orang tidak butuh busana untuk menunjuk kan siapa diri mereka,“ tukasnya. (Nymag.
com/ Vogue.co.uk/ theguardian.com/M-3) (Media Indonesia, 04/05/2014, halaman : 13)

0 komentar:

Posting Komentar