Jeli Memilih Kosmetik Mata

Risiko keamanan penggunaan kosmetik di area mata berada di level lebih rendah, ketimbang area wajah lainnya. Padahal, kulit di daerah mata adalah area yang sangat sensitif. MATA merupakan salah satu panca indra terpenting yang kerap menjadi cerminan jiwa seseorang. Karena itu riasan di seputar mata menjadi salah satu teknik penting yang harus dikuasai para wanita untuk menonjolkan keindahan matanya.

Namun begitu, berhati-hatilah dalam mengaplikasikan kosmetik di area mata. Penggunaan kosmetik yang tidak aman atau tidak tepat malah bisa menyebabkan masalah besar.

Pengalaman buruk pemakaian kosmetik di area mata dialami Linda Trisnowati, 31, yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Awalnya ia hanya iseng melihat etalase kosmetik di sebuah gerai di Tebet, Jakarta Selatan. Bujuk rayu sales promotion girl (SPG)meyakinkan dirinya bahwa produk tersebut adalah yang terbaik dan cocok digunakan olehnya. Akhirnya, Linda pun membeli sebuah maskara. Mimpi buruk datang seminggu setelah maskara tersebut dipakai Linda. Kelopak mata Linda mulai gatal dan bulu matanya rontok satu per satu.

“Pertama dipakai sih enggak apa-apa. Tapi, seminggu baru kelihatan kalo mata gue gatal di bagian kelopak dan bulu mata juga rontok.Gue parno banget dan akhirnya atas saran dari dokter kulit, pemakaiannya dihentikan,“ ungkap Linda kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Pengalaman Linda menunjukkan bahwa tidak selamanya aplikasi kosmetika lewat maskara atau eyeliner di area mata membuat Anda cantik. Bisa jadi hal itu malah menimbulkan efek negatif bagi mata Anda.

Ahli kulit dan kelamin dari Dermatologist Erha Clinic, Srie Prihianti, SpKK menjelaskan, penggunaan kosmetik mata bisa berefek buruk karena memiliki risiko keamanan yang lebih rendah, dibandingkan dengan kosmetika di area wajah lainnya.

Sementara itu, kulit di seputar mata cenderung lebih sensitif, karena area tersebut merupakan jaringan longgar. “Apabila sampai mengenai mukosa atau bagian dalam kelopak mata, mata Anda akan mengalami reaksi iritasi atau alergi,“ sebut Srie.
Reaksi alergi yang ditimbulkan berupa gatal-gatal dan kemerahan pada kulit seputar mata, mata berair, kelopak mata bengkak, dan bila terjadi iritasi bisa menimbulkan rasa perih dan kemerahan. Bila reaksi ini sering terjadi berulang, kulit seputar mata bisa menjadi lebih kasar daripada permukaan kulit lainnya.

“Pada keadaan tertentu, bisa juga terjadi infeksi, bila penyimpanan yang kurang baik, terbuka atau tidak bersih,“ terangnya.
Jenis eyeliner dan maskara apa pun sejatinya mempunyai kandungan yang nyaris sama, yakni membentuk lapisan tipis di kulit, pengentak yang menyetabilkan kosmetik supaya menempel di kelopak mata ataupun bulu mata, serta pigmen.

Mengantisipasi efek negatif yang muncul, Srie menyarankan agar mengecek terlebih dulu komposisi zat warna, bahan pengawet serta zat lain di dalam maskara maupun eyeliner. “Pilihlah maskara atau eyeliner yang tidak menimbulkan reaksi alergi atau iritasi. Bila reaksi ini muncul setelah pemakaian, sebaiknya dihentikan dan Anda bisa mencoba produk lain,“ imbuhnya.

Untuk mengecek reaksi alergi, oleskan sedikit maskara di belakang telinga, kemudian diamkan selama beberapa jam. Jika tidak muncul rasa gatal atau ruam kemerahan, tandanya maskara aman digunakan di bulu mata.

Pada pengaplikasian eyeliner, Srie menyarankan untuk menggunakan jenis pensil daripada cair. Eyeliner pensil terbuat dari bahan baku lilin dan bebas dari bahan lateks, sehingga pembuatan eyeliner pensil tak membutuhkan banyak cairan pengawet.Hindari Hindarilah maskara yang terbuat dari bahan fiber. Meskipun maskara tersebut dapat membuat bulu mata Anda tampak lebih panjang dan penuh, partikel-partikel dalam fiber dapat membuat mata merah dan gatal akibat iritasi.

Fiber terdiri dari ekstra serat yang menjadikan bulu mata Anda lentik dalam sekejap. Teksturnya juga lembut sehingga dapat membungkus bulu mata tetap terangkat sepanjang hari.

“Namun, terkadang serat tersebut berjatuhan ke dalam bulu mata, sehingga dapat membuat mata Anda menjadi merah karena iritasi,“ terang Srie.

Jenis lain yang sebaiknya dihindari ialah maskara jenis waterproof atau tahan air. Maskara jenis ini membuat bulu mata lebih tahan air dalam jangka waktu lama dan memberikan efek panjang serta lentik pada bulu mata. Namun, maskara jenis ini tidak mengandung bahan pelembap dibanding dengan maskara umumnya sehingga susah dibersihkan.

Disarankan untuk tidak mengoleskan eyeliner atau maskara terlalu dekat dengan mata karena akan menyebabkan saluran air mata menjadi tersumbat. Endapan zat kimia itulah yang kemudian menjadi lokasi berkembang biak kumankuman. “Disarankan untuk mengganti maskara dan eyeliner setiap tiga bulan sekali,“ tutup Srie. (S-5) Media Indonesia, 26/09/2014, halaman 27

0 komentar:

Posting Komentar