Kemakmuran Inggris di Pengantin Hijab

Untuk koleksi gaun pengantin terbarunya, desainer Irna Mutiara mengambil inspirasi gaya busana di zaman Raja Edward Inggris yang dikenal makmur. GAUN panjang dengan kain lembut yang berlapis dan berdetail bordir serta juntaian kerudung indah menyita perhatian di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/9). Itulah koleksi terbaru lini busana pengantin dari desainer Irna Mutiara, Irna La Perle. Garis busana Eropa memang kental dalam koleksi itu karena Irna mengaku terinpirasi oleh era Edwardian. Masa itu merupakan era Inggris dalam pemerintahan Raja Edward VII (1910-1910).

Pada masa itu Inggris berada dalam era kemakmuran dan damai. Namun, berlimpahnya materi yang ditunjukkan dengan busana serba-ball gown saat itu tidak diadopsi sepenuhnya oleh Irna.

Meski berkonsep internasional, desainer yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, itu tetap memasukkan kekhasan Indonesia. Itu dilakukannya lewat penerapan sulam usus Lampung, sulam cai dari Sumatra Barat, dan bordir khas Tasikmalaya, Jawa Barat. Detail pekerjaan tangan itu semakin terlihat mewah dengan potongan busana muslim yang modern, tetapi tetap mengikuti syarak. Makin indah dengan aplikasi kristal swarovski serta mutiara di beberapa bagian gaun. Preferensi pilihan warna pengantin Indonesia pun diterjemahkan sesuai dengan karakteristiknya yang lembut tetapi elegan dengan warna-warna pastel seperti khaki, putih gading, ungu, hijau mint, hingga salem pudar.

Pergelaran yang bertajuk Luminescence itu dibuka dengan penampilan gaun berwarna campuran hijau tosca polos dengan hijau tosca bermotif abstrak. Di bagian dada, diterapkan siluet cape (mantel) menjuntai berhias swarovski dan mutiara di bagian dada. Busana lainnya berupa semiball gown yang lebih ringan, tetapi tetap berdetail bordir dan taburan kristal swarovski serta mutiara.Sementara itu, kerudung (veil) dibuat menjuntai seperti veil yang digunakan mempelai perempuan Barat.

“Garis desainnya saya bagi tiga, untuk potongan bersiluet H lebih minimalis, cocok untuk busana lamaran dan akad nikah. Siluet A bergaya semiball gown untuk menunjukkan kesan mewah. Ada juga siluet cape panjang organdi yang ditampilkan dalam warna broken white, hingga krem,“ tegas Irna seusai pergelaran. Agar tidak bosan, Irna juga menghadirkan gaun dalam perkawinan dengan draperi dan ruffles dalam porsi minimalis. Ornamen lain yang digunakan berupa ikat pinggang kecil berbentuk pita.

Di beberapa busana pengantin, Irna juga menyertakan celana dengan luaran berupa gamis. “Sengaja dibuat dalaman celana, untuk muslimah kasual yang tetap ingin terlihat manis dan cantik di hari bahagianya. Untuk pemilihan detail sulam dan bordir, itu karena saya mendapati pekerjaan tangan tersebut dilakukan secara turun-temurun.Namun, mereka tidak dapat menampilkan dalam bentuk yang modern (kekinian),“ tambahnya.

Irna mengungkapkan persiapan koleksi itu sudah dilakukan sejak tiga tahun yang lalu.Namun, baru kali ini itu dapat dipamerkan karena ia kerap menemui kendala dalam konsep hingga eksekusi. Irna berharap koleksinya dapat membuat para calon pengantin muslimah tampil gaya dan mewah tanpa melepas syarak busana muslim. Selama ini koleksi Irna telah sukses memincut pelanggan hingga dari Kanada, Swiss, dan Paris.Tren kerudung Tidak hanya menghadirkan busana pengantin yang bak dongeng, Irna ingin gaya kerudung (veil) ini menjadi sebuah tren tersendiri. Kerudung itu dibuat dalam potongan simpel, tetapi modern. Meski simpel, penggunaan material sifon, lace, hingga organdy mampu menciptakan kesan flowy ketika pengantin sedang berjalan memasuki ruang bahagianya.

Gemerincing mutiara yang saling bersentuhan dan taburan kristal swarovski di bagian pinggir veil membuat kesan mewah terpancar kuat. Meski begitu, tampilannya tetap tidak berlebihan. “Model veil disesuaikan dengan busana agar serasi, tetapi tetap pada kaidahnya, menutupi bagian dada,“ imbuhnya. Ada veil yang menjuntai dan disematkan di pergelangan tangan, ada pula veil yang terbelit di bagian kepala dengan panjang yang menyentuh dada.

Penggunaan swarovski itu merupakan wujud kerja sama Irna dengan brand asal Austria itu. Direktur Swarovski, Giuseppe Ravenna, mengatakan desainer Indonesia tidak kalah kreatif dari desainer dunia. “Pasar Indonesia sangat menjanjikan, pun begitu dengan busana pengantin rancangan Irna. Semoga kami bisa terus berkolaborasi dalam koleksi-koleksi selanjutnya,“ pungkas Giuseppe. Sementara itu, Irna berharap kemewahan yang ia hadirkan dapat melengkapi hari bahagia para pengantin. (M-4) Media Indonesia, 21/09/2014, halaman 13

0 komentar:

Posting Komentar